Apa bila kita dengan sadar dan sengaja menyediakan waktu
untuk meneliti kembali secara cermat gagasan”, pola tindakan dan prestasi PGRI
sejak awal berdirinya sampai sekarang maka kita temukan kembali bahwa pada
hakikatnya PGRI adalah sebuah organisasi profesi pendidik dan pada umumnya dan
para guru pada khususnya .berdasarkan pengamatan, tampak jelas bahwa PGRI
seperti organisasi yang lainnya mempunyai pengalaman yang penting dalam rangka
mensukseskan strategi yang bersifat kuantitatif,dalam arti menggalang masa
secara politis,terutama waktu menjelang pemilu.
Masa depan menuntut semakin tingginya kualitas dari pada kuantitas (jumlah anggota).
PGRI sangat berpengalaman dalam melayani para anggotanya yang sebagian besar guru SD; sementara peningkatan kualitas profesi di perlukan oleh para guru para semua jenis dan jenjang pendidikan untuk itu,PGRI di tuntut untuk lebih akrab dengan berbagai permasalahan yang di hadapi oleh para guru sekolah menengah,dan bahkan para dosen di peguruan tinggi.
Masa depan menuntut semakin tingginya kualitas dari pada kuantitas (jumlah anggota).
PGRI sangat berpengalaman dalam melayani para anggotanya yang sebagian besar guru SD; sementara peningkatan kualitas profesi di perlukan oleh para guru para semua jenis dan jenjang pendidikan untuk itu,PGRI di tuntut untuk lebih akrab dengan berbagai permasalahan yang di hadapi oleh para guru sekolah menengah,dan bahkan para dosen di peguruan tinggi.
Melalaui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang
didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah,
politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah – guru-guru yang
aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik
Indonesia yang baru dibentuk. Menghadapi tantangan itu PGRI sudah harus
melakukan reformasi secara dinamis dalam segi struktu, kultur, subtansi dan
sumber daya manusia sehingga pada gilirannya PGRI akan tetap lestari dan
adaptif dengan kondisi yang berkembang.






0 komentar:
Posting Komentar