Kongres V merupakan kongres persatuan, karenauntuk pertama
kalinya cabang-cabang yang belum pernah hadir sebelumnya datang pada kongres
ini. Acaranya pun lebih bervariasi karena dalam kongres ini membicarakan suatu
masalah yang prinsip dan fundamental bagi kehidupan dan perkembangan PGRI
selanjutnya.
Hasil kongres V
adalah:
1.
Menegaskan kembali pancasila sebagai azaz
organisasi.
2.
Menugaskan PB PGRI agar dalam waktu singkat
melakukan segala usaha untuk menghilangkan perbedaan gaji antara golongan yang
pro dan kontra Republik.
3.
Melakukan konsolidasi organisasi dengan
membentuk pengurus komisaris-komisaris daerah.
4.
PGRI menjadi anggota Gabung Serikat Buruh
Indonesia (SBSI).
Dan kongres V mengandung 2 momentum penting yaitu :
1.
Menyambut lustrum PGRI yang segenap
berusia 5 tahun.
2.
Wujut rasa syukur dan suka cita yang
mendalam karena SGI/PGI (Serikat Guru Indonesia atau Persatuan Guru Indonesia)
meleburkan diri dalam PGRI.
Kedua momentum ini
mengandung makna bahwa kongres V di bandung merupakan kongres persatuan.
Kongres juga menugaskan PB PGRI agar dalam waktu singkat melakukan segala usaha
untuk menghilangkan perbedaan gaji antara “Non” (pro-republik) dan “Ko”
(bekerja dengan belanda) yang telah di tetapkan oleh peraturan pemerintah.






0 komentar:
Posting Komentar